FTA dengan China - Perusahaan Indonesia siap gulung tikar
HIPMI : Pasca FTA, Sejumlah Kawasan Industri Bakal Gulung Tikar Minggu, 20 Desember 2009, 13:30 WIB
VIVAnews - Pemerintah diimbau tidak terburu-buru masuk dalam ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Pasalnya, dengan persiapan yang sangat minim, Indonesia akan lebih banyak memperoleh mudaratnya daripada manfaatnya.
Bahkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memperkirakan sejumlah kawasan industri, utamanya kecil dan menengah (IKM) dan kawasan ekonomi khusus terancam bubar.
“Kawasan-kawasan yang terancam itu seperti di Batam, Bintan, Jakarta sampai Surabaya,” kata Ketua Umum BPP HIPMI Erwin Aksa dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, 20 Desember 2009.
Erwin yang baru saja berkunjung ke sejumlah kawasan industri di China mengatakan pemerintah China paling siap untuk mengimplementasikan perjanjian perdagangan bebas.
Dia mengatakan, perjanjian bebas ini telah direncanakan sejak delapan sampai 10 tahun lalu oleh China. Sedangkan Indonesia hanya dalam hitungan bulan atau minggu.
Itu sebabnya, China paling siap memasuki ACFTA. Bahkan tanpa ACFTA pun China sudah siap bersaing. Itu terbukti dengan murahnya barang-barang industri kecil yang dipasok dari China di Tanah Air.
”Tanpa ACFTA, buatan China itu sudah murah, apalagi adanya ACFTA, barang-barang kita semakin ditinggalkan oleh rakyatnya sendiri, boro-boro masuk ke China,” kata Erwin.
HIPMI menilai berbeda dengan China, persiapan Indonesia hanya dalam hitungan bulan bahkan tanpa persiapan sama sekali menghadapi ACFTA. Untuk itu, HIPMI melihat dalam satu tahun ke depan sejumlah kawasan industri, termasuk di kawasan paling prestisius Batam, akan mati dengan sendirinya oleh ACFTA tersebut.
Dia mengingkatkan, China sudah siap memasok kebutuhan apapun yang dicari konsumen Indonesia ke depan. “Mulai untuk urusan duniawi sampai akhirat pun China sudah siapkan, termasuk manukfatur pendukung. Pendek kata tinggal genjot produksi mereka itu. Sedangkan kita masih berjuang supaya bunga kredit turun,” tegas Erwin. http://bisnis.vivanews.com/news/read/114996-sejumlah_kawasan_industri_bakal_gulung_tikar
Posted by Tonton Taufik on December 22, 2009 | 1 comments
Komentar
Checep Koswara (February 19, 2010 08:37) Sebaiknya ACFTA diberlakukan untuk alat-alat permesinan dan bahan-bahan kebutuhan produksi bukan barang-barang jadi, karena rakyat Indonesia masih konsumtif dgn barang murah buka kwalitas yang diutamakan. |
Directory Listing
Industrial Control Board minimum space size: 0.5mm ROHS complaint No. of IC: 19 pcs Soldering components: 524pcs Minimum component size: 0603 http://www.sanmtech.com Company offers System Safety Monitor (SSM) utility that allows you to track down various system activities in real time and to prevent undesirable actions. http://www.softwarehowto.com Official dealers http://www.novator-avto.ru We deal and supply best quality of Yarns and cotton, open end yarn, man made fiber yarns, acrylic yarns, dyed yarns, cotton gassed mercerized yarn, cotton blended yarn, core spun yarn, compact yarn, Modal Yarn. http://www.rjkimpex.com Website Design City is a Sydney Australia based leading Professional Website Design and Website Development Company. It provides cost effective solutions such as website design & development, website re-design & development,logo design, flash website http://www.websitedesigncity.com.au/
Motivation Words
Waktu Anda adalah peluang Anda, waktu anda adalah kehidupan Anda. Gunakan waktu Anda sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat.
|
Customer Support
 14 visitors online
|