![]() |
Pembatasan Jam Kerja, Kinerja Ekspor TergangguJAKARTA (Suara Karya): Rencana pembatasan jam operasional industri niscaya mengganggu kinerja ekspor sekaligus memperburuk iklim investasi. Pengurangan jam operasional industri juga tak sejalan dengan semangat pemerintah mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan Rachmat Gobel, secara umum dunia industri tidak menyetujui rencana pemerintah membatasi jam operasional produksi dalam rangka penghematan energi, termasuk energi listrik. Apalagi industri justru sedang berupaya meningkatkan produktivitas untuk menutup kenaikan biaya produksi akibat peningkatan ongkos energi, bahan baku, dan transportasi. "Jadi, kebijakan ini pasti memengaruhi capaian ekspor. Dampaknya sangat besar, terutama bagi industri berorientasi ekspor yang terikat kontrak pesanan," kata Rachmat, di Jakarta, kemarin. Dia menambahkan, pembatasan jam operasional industri juga merusak iklim investasi. Pemilik modal, katanya, jadi enggan merealisasikan projek investasi maupun melakukan ekspansi bisnis. Rachmat menyebutkan, kalangan pengusaha bingung oleh rencana pengaturan atau pembatasan jam operasional industri ini. Menurut dia, pengusaha sulit bisa mengikuti kebijakan pemerintah itu. "Pembatasan itu tidak hanya terkait operasional mesin dan pabrik, namun juga pola kerja karyawan. Otomatis masalah ini hanya membuat industri harus mengeluarkan biaya ekstra. Apalagi jika hari kerja digeser pula ke hari Sabtu dan Minggu," tutur Rachmat. Menurut saya pengaruh berhentinya produksi hanya karena mati listrik, masih bisa diatasi oleh generator yang berada di pabrik, tapi masalahnya, beli solarnya harus solar harga industri. Jadi kesimpulannya target ekspor yang sudah dibuat kesepakatannya dengan buyer masih bisa sesuai jadwal, tetapi biaya produksi meningkat. Jadi keuntungan eksportir jadi tipis sekali. Padahal keuntungan ekspor saat ini sudah tipis dengan meningkatnya biaya karyawan dan biaya produksi. Saat ini mencari keuntungan dalam berusaha sangat sulit. Situasi dan kondisi yang tidak menyejukkan bagi perusahaan. Bertahan saja sudah baik, kemungkinan menurun penjualan sangat besar. Momen yang ditunggu oleh eksportir dan para pengusaha umumnya saat ini adalah pemilu di USA dan pemilu di Indonesia. Kalau saja pemilu di USA dimenangkan oleh partai Demokrat, kemungkinan besar, mereka akan mengurusi negaranya sendiri sehingga perekonomiannya menjadi lebih baik. Indonesia juga menunggu pemilu tahun depan, semoga terjadi perubahan kebijakan yang sangat mendasar, yaitu kebijakan bagi rakyat Indonesia kebanyakan, yang saat ini mulai kesulitan mendapatkan pekerjaan, menghidupi keluarga dan lain-lain. KomentarBelum ada komentar untuk artikel ini.Tulis KomentarDirectory ListingWE CAN SUPPLY FUNCTION FOOD INGREDIENTS (08/27/2008)MALTODEXTRIN,DEXTROSE MONOHYDRATE,ERYTHRITOL,OLIGO, Fluid Organization (08/27/2008)Fluid organization allows for more choices, new ideas and a company based on customer needs. FUYANG GREEN FOODS CO., LTD (08/26/2008)Founded in 1984 as a private joint company, and with more than development of 20 years. Replica Swiss Watch (08/26/2008)Swiss replica watches are up for grabs. Make the most of attractive offers in Swiss replica Rolex, Cartier replica Swiss ETA watch, Swiss Panerai replica watch, and more! natural stone supplier (08/26/2008)supplier of natural pebble stone Motivation WordsMotivation is the art of getting people to do what you want them to do because they want to do it. |
Latest Blog EntriesRecent ResponsesSponsored Sites |