![]() |
Jangan Rotan Saja yang Dilarang Ekspor Hasil Bumi Lainnya JugaOleh: www.kompasiana.com/josephtim
Keputusan Pemerintah untuk melarang ekspor bahan mentah Rotan mulai tanggal 1 November 2011, merupakan suatu keputusan yang patut diacungkan jempol untuk pak Gita, 7 tahun sudah industi kerajinan rotan ditanah air babak belur akibat kebijaksanaan dari Encim pangestu yang membuka lebar-lebar ekspor hasil hutan keseluruh dunia, para pengrajin mebel rotan di pulau jawa, seperti cirebon maupun diberbagai daerah lainnya mati kutu akibat langkanya rotan sebagai bahan baku utama untuk industri mebel tersebut. Jika kita melihat data ekspor kurun tujuh tahun ini, mayoritas rotan mentah di ekspor ke China, negeri nenek moyangnya si encim, dengan nilai beli bahan baku rotan yang sangat murah bagi importir China, maka tengkulak rotan sangat diuntungkan selama tujuh tahun ini, China dengan pintar memanfaatkan kebodohan kita, dan mereka berhasil mengekspor mebel dari rotan keberbagai negara didunia ini dengan nilai yang sangat menggiurkan. Kayupun demikian China dengan berbagai jurus mafia berhasil mendatangkan kayu gelondongan dari Indonesia, khususnya jalur laut bekerja sama dengan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, China sampai hari ini merajai ekpor mebel kayu dengan system knock down keseluruh dunia, padahal sejatinya china tidak memiliki hutan yang menghasilkan kayu sebaik kayu Indonesia, bayangkan saja ekspor china ke Eropa, AS mencapai ratusan juta dollar pertahun, padahal mereka tidak memiliki sumber kayu, lantas dari mana China mendapatkan bahan baku tersebut? Dengan diangkatnya Pak Gita Wirayan sebagai Menteri Perdagangan kami mengharapkan Bapak harus tegas Tiga tahun lalu saya mengajukan tawaran pameran produk Indonesia di AS, namun tidak di tanggapi oleh si Encim, padahal Duta Besar Indonesia untuk AS sudah melihat dan meninjau lokasi pameran dipusat kota bisnis di New York, konsep dan bentuk pameran malah dibawah oleh encim ke Sanghai dengan menampilkan produk mentah Indonesia disana, dan terjadilah kong kalikong antara pengusaha nakal China dengan ekspotir nakal Indonesia, khususnya kelompok pasar baru maupun gang sembilan yang nota bene sudah banyak menggarong uang rakyat lewat permainan pajak maupun ekspor fiktif, anehnya mengapa Menteri seperti Marie Pangestu masih saja dipertahankan di Kabinet oleh SBY? Komentar
Tulis KomentarDirectory Listingowner |
SponsorLatest Blog EntriesRecent Responses
|