![]() |
DPR RI pun bertanya tentang impor kentangDemo para petani kentang di Istana dan Kantor Kementerian Perdagangan langsung mendapat respons dari Senayan. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rofi Munawar mengecam kebijakan Mendag Mari Elka Pangestu yang membiarkan impor kentang.
Posted on October 12, 2011 | 3 comments
Rofi mengatakan, harga jual kentang di tingkat petani anjlok hingga 50% akibat gencarnya impor kentang dari China. Ia menilai bahwa ini sebagai bukti kementerian perdagangan lebih pro liberalisasi pangan dibandingkan mensejahterakan dan meningkatkan produktivitas petani lokal. "Kebijakan Kemendag memberikan izin terhadap importasi kentang, membuat petani kentang terpuruk dan tidak dapat menikmati harga yang optimum. Untuk kesekian kali Kementerian Perdagangan melegalisasi impor, semakin menegaskan setiap kebijakan tidak berpihak kepada petani namun kepada pasar," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/10/2011)) Ia mengilustrasikan harga kentang lokal mencapai Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram, namun saat ini harga kentang lokal berkisar Rp 4.000-Rp 4.500 per kilogram. Bandingkan dengan harga kentang dari China yang hanya Rp 2.300 sampai Rp 2.500 per kilogram. "Ibu Mendag (Mari Elka Pangestu) nampaknya tidak punya solusi lain dalam menstabilkan harga komoditas pertanian, selain dengan impor. Kebijakan perdagangan selalu dihiasi dengan impor, bawang putih impor, buncis impor dan beras impor. Importasi kentang tentu saja sudah sangat keterlaluan di tengah petani kentang menikmati harga yang bagus," katanya. Rofi menutup data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 1990 Indonesia sempat menjadi negara eksportir kentang sebanyak 69.353 ton. Negara tujuan ekspor meliputi Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Dikatakannya setelah ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) diberlakukan tahun 2005 khususnya untuk produk pertanian, ekspor kentang terus menurun. Tahun 2007 ekspor kentang turun menjadi 43.477 ton. Penurunan ekspor itu diikuti dengan lonjakan impor, misalnya pada tahun 2007 impor kentang tercatat 43.872 ton, padahal pada tahun 2001 angka impor kentang hanya 10.077 ton. Dikatakannya memang ACFTA hadir dalam semangat kesetaraan, namun yang terjadi saat ini terjadi ketimpangan. Komoditas pertanian China terus membanjiri pasar domestik, sehingga petani tidak pernah mendapatkan harga yang layak. "Selain itu seringkali Kemendag tidak mampu meningkatkan daya saing ekspor petani dalam negeri, karena terlalu sibuk mengimpor komoditas pangan strategis. Rasa-rasanya kami tidak pernah mendengar prestasi yang luar biasa Kemendag mampu mendorong ekspor komoditas pangan lokal," tegas Rofi. Komentar
Tulis KomentarDirectory ListingiBusiness - Singapore Business Directory (06/19/2013)The premier business directory in Singapore, the Singapore Business Directory is searched by thousands of people every single day. Your business will reach the clients you always knew existed, but who never knew how to find you. PT Kartika Eka Yudha Maritim - Surabaya (06/19/2013)World Wide Sea, air and logistic solution Snake Fruit (06/18/2013)It is a species of palm tree and one of tropical plantation that can produce round to conical fruits shape Italcomex (06/18/2013)We produce and sell Italian canned tomatoes Pre-fabricated Structural Steel Australia and Indonesia (06/18/2013)Buildazon is an Online Shop for Pre fabricated Structural Steel and Precast Concrete made and delivered as per your drawings Motivation Words"Dalam setiap kisah sukses, Anda akan menemukan seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani." |
SponsorLatest Blog EntriesRecent Responses
|